Senin, 28 Maret 2016

PENJASKES - Pentingnya Olahraga

Olahraga ialah gerakan untuk melemaskan otot-otot yang amat sangat mutlak dilakukan bagi tiap-tiap orang demi menjaga kesehatan badan. Dengan rajin atau secara rutin melaksanan olahraga, maka dapat memberikan manfaat yang sehat dan bugar. Olahraga dianjurkan bagi orang yang kesehatannya kurang baik ataupun yang sedang menjalankan proses diet, ini karena olahraga dapat mengembalikan kesehatan tubuh yang lemas dan sanggup membakar lemak dalam tubuh.
Untuk itu, anda harus menanamkan arti dan pentingnya berolahraga yang sangat berguna dalam menjaga kesehatan tubuh. Olahraga bisa dilakukan dimana saja dan kapanpun itu. Jalan kaki ataupun lari mengelilingi komplek tiap pagi hari juga telah termasuk olahraga. Yang terpenting yaitu melaksanakan olahraga dengan gerakan teratur tiap harina dan dapatkan manfaatnya dikemudian hari.

Berikut ini yang bisa kita dapatkan dari manfaat olahraga bagi kesehatan tubuh:

1. Meningkat daya tahan tubuh

Menjalankan olahraga dengan cara teratur serta rutin akan bisa mempengaruhi hormon yang ada pada tubuh dan berfungsi sebagai meningkatkan daya tahan tubuh. Jikalau daya tahan tubuh kita baik, maka badan pun akan terasa enteng dan terhindar dari penyakit.

2. Miningkatkan kemampuan otak

Banyak manfaat olahraga jika kita melakukan secara rutin terutama tiap harinya jika bisa. Ini mampu meningkatkan pasokan oksigen kedalam tubuh, sehingga sirkulasi darah pun yang ada dalam tubuh terutama pada aliran darah ke otak pun tidak tersendat, maka otak pun juga dapat bekerja lebih baik lagi.

3. Membakar lemak

Olahraga adalah aktivitas yang telah terbukti bisa membakar lemak dan menurunkan berat badan sehingga tubuh bisa menjadi proporsional, sehingga disarakan bagi anda untuk program melangsingkan berat badan. Ini jika dilakukan tiap harinya maka akan memberikan hasil yang baik pula pada badan anda.

4. Mengurangi stres

Olahraga dikenal sebagai fungsi dalam meregangkan otot-otot badan, sehigga bisa tercipta tubuh dan otak jadi segar. Dengan memiliki badan dan otak yang segar, bakal menjadikan kau terhindar dari stress dan bisa saja bakal dialami kapanpun itu.

5. Mengatasi penuaan dini

Umur yang makin hari makin bertambah bakal bisa menurunkan sebuah perubahan yang ada pada tubuh, seperti kulit keriput atau ini bisa dinamakan penuaan. Buat menghindari penuaan dini maka kamu bisa melaksanakan dengan olahraga dengan cara rutin sehingga produktivitas sel-sel baru terhadap kulit pun bakal terangsang dan kulit dapat kelihatan lebih kencanf dan bebas kerutan.

6. Meningkatkan energi tubuh

Dengan cara yang teratur dalam melaksanakan olahraga bakal mempunyai stamina yang baik, maka tidak mudah lemas, ketika dalam melaksanakan sebuah tugas yang berat. Sedangkan orang yang tak sempat jalankan olahraga bakal tubuh akan bisa cepat lelah dalam melaksanakan tugas berat.
Untuk itu, mulailah dari sekarang untuk meluangkan sedikit waktu untuk bisa berolahraga, baik itu yang ringan saja seperti yang sudah diulas diatas. Apabila kesehatan tubuh anda bisa terjaga, sehingga tiap-tiap tugaspun dapat dikerjakan dengan mudah dan tidak tersendat. Dengan olahraga yang rutin juga dapat dibarengi dengan minum air putih, kedua ini jika dibarengi maka akan memberikan manfaat yang sangat besar terhadap tubuh menjadi sehat dan menjaga daya tahan tubuh semakin bertambah

SUMBER : http://www.suka.web.id/manfaat-olahraga-bagi-kesehatan-tubuh-kita/

PKN - Demokrasi

Pengertian Demokrasi

Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.
Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politicayang membagi ketiga kekuasaan politik negara (eksekutifyudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.
Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusanlegislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum legislatif, selain sesuaihukum dan peraturan.
Selain pemilihan umum legislatif, banyak keputusan atau hasil-hasil penting, misalnya pemilihan presiden suatu negara, diperoleh melalui pemilihan umum. Pemilihan umum tidak wajib atau tidak mesti diikuti oleh seluruh warganegara, namun oleh sebagian warga yang berhak dan secara sukarela mengikuti pemilihan umum. Sebagai tambahan, tidak semua warga negara berhak untuk memilih (mempunyai hak pilih).
Kedaulatan rakyat yang dimaksud di sini bukan dalam arti hanya kedaulatan memilih presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung, tetapi dalam arti yang lebih luas. Suatu pemilihan presiden atau anggota-anggota parlemen secara langsung tidak menjamin negara tersebut sebagai negara demokrasi sebab kedaulatan rakyat memilih sendiri secara langsung presiden hanyalah sedikit dari sekian banyak kedaulatan rakyat. Walapun perannya dalam sistem demokrasi tidak besar, suatu pemilihan umum sering dijuluki pesta demokrasi. Ini adalah akibat cara berpikir lama dari sebagian masyarakat yang masih terlalu tinggi meletakkan tokoh idola, bukan sistem pemerintahan yang bagus, sebagai tokoh impian ratu adil. Padahal sebaik apa pun seorang pemimpin negara, masa hidupnya akan jauh lebih pendek daripada masa hidup suatu sistem yang sudah teruji mampu membangun negara. Banyak negara demokrasi hanya memberikanhak pilih kepada warga yang telah melewati umur tertentu, misalnya umur 18 tahun, dan yang tak memliki catatan kriminal (misal, narapidana atau bekas narapidana).
Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi” di banyak negara.
Kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demosyang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berartipemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.Konsep demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik. Hal ini menjadi wajar, sebab demokrasi saat ini disebut-sebut sebagai indikator perkembangan politik suatu negara.
Demokrasi menempati posisi vital dalam kaitannyapembagian kekuasaan dalam suatu negara (umumnya berdasarkan konsep dan prinsip trias politica) dengan kekuasaan negara yang diperoleh dari rakyat juga harus digunakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Prinsip semacam trias politica ini menjadi sangat penting untuk diperhitungkan ketika fakta-fakta sejarah mencatat kekuasaan pemerintah (eksekutif) yang begitu besar ternyata tidak mampu untuk membentuk masyarakat yang adil dan beradab, bahkan kekuasaan absolut pemerintah seringkali menimbulkan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia.
Demikian pula kekuasaan berlebihan di lembaga negara yang lain, misalnya kekuasaan berlebihan dari lembaga legislatif menentukan sendiri anggaran untuk gaji dan tunjangan anggota-anggotanya tanpa mempedulikan aspirasi rakyat, tidak akan membawa kebaikan untuk rakyat. Intinya, setiap lembaga negara bukan saja harus akuntabel (accountable), tetapi harus ada mekanisme formal yang mewujudkan akuntabilitas dari setiap lembaga negara dan mekanisme ini mampu secara operasional (bukan hanya secara teori) membatasi kekuasaan lembaga negara tersebut.

SUMBER : https://sakauhendro.wordpress.com/demokrasi-dan-politik/pengertian-demokrasi/

SENI BUDAYA - Unsur dalam Lagu

Unsur-Unsur Dalam Lagu
A.      Nada adalah bunyi yang getarannya teratur
1)      Notasi angka
sistem penulisan lagu menggunakan angka-angka
2)      Notasi balok
simbol untuk menyatakan tinggi rendahnya suara yang diwujudkan dengan gambar. Tinggi nadanya tetap (a = 400 Hz)
B.      Tanda kunci adalah tanda yang digunakan pada garis paranada untuk menunjukkan letak titik nada
1)      Kunci G (diskan/biola) untuk menuliskan nada-nada tinggi
2)      Kunci C (kunci alto) untuk musik tertentu yang bersuara sedang
3)      Kunci F (kunci bas) untuk menuliskan nada-nada rendah
C.      Melodi adalah rangkaian sejumlah nada atau bunyi berdasarkan tinggi rendah atau naik turunnya.
D.      Ritme atau irama adalah gerak teratur karena munculnya aksen secara tetap
E.       Harmoni adalah keselarasan paduan bunyi
F.       Tempo adalah cepat atau lambatnya sebuah lagu. Ukuran untuk menetapkan tempo disebut beat.
G.     Dinamik adalah keras lembut lagu dan perubahannya
H.      Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang

§  Langkah-langkan membuat lagu
1.       Memilih tema
2.       Memilih bentuk komposisi
3.       Menentukan tangga nada
4.       Menentukan ambitus suara
ambitus suara anak-anak antara nada rendah a-d2 dan tinggi C– F2
ambitus suara orang dewasa perempuan, sopran c-a2 mezzosopran 4-F2 alto antara F-d2
ambitus suara orang dewasalaki-laki, tnorantara c-a bariton antara a-F dan bas antara F-d
5.       Menentukan metrum atau ukuran irama

6.       Menyusun melodi atau membuat syair lagu

Teknologi Informasi dan Komunikasi - Ciri-Ciri Komputer

Komputer generasi pertama
1.       Operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu
2.       Program dibuat dalam bahasa mesin
3.       Menggunakan konsep stored program
4.       Operasinya lambat dan cepat panas
5.       Komponen yang digunakan adalah tabung hampa udara
6.       Ukuran fisiknya besar sehingga membutuhkan daya listrik yang besar
7.       Menggunakan silinder magnetik

Komputer generasi kedua
1.       Program dibuat dengan bahasa tingkat tinggi
2.       Bahasa mesin digantikan dengan bahasa assembly
3.       Kapasitas memori utama cukup besar
4.       Komponen yang digunakan transistor
5.       Proses operasi cepat
6.       Mempunyai kemampuan real time
7.       Ukurannya lebih kecil
8.       Orientasi pada aplikasi bisnis dan teknis
9.       Menggunakan magnetic tape dan magnetic disk

Komputer generasi ketiga
1.       Komponen yang digunakan IC (Intergrated Circuit)
2.       Kapasitas memori lebih besar
3.       Proses operasi lebih cepat
4.       Ukuran fisik jauh lebih kecil
5.       Menggunakan magnetic disk sifatnya random access
6.       Dapat melakukan multi processing dan multi programming
7.       Alat input-output menggunakan visual display terminal
8.       Dapat melakukan komunikasi data

Kompeter generasi keempat
1.       Menggunakan large sale integration (LSI)
2.       Menggunakan mikroprosesor dan semi konduktor
3.       Daya kerja, efisiensi, dan keandalan komputer meningkat
4.       Komputer dapat digunakan untuk mengontrol peralatan lain
5.       Komputer dihubungkan dalam jaringan lokal dan internet

Komputer generasi kelima
1.       Mulai diproduksi PC massal
2.       Prosesor yang digunakan adalah 8088/8086
3.       Telah dilakukan pengembangan

4.       Mampu menerjemahkan bahasa manusia

BAHASA SUNDA - Pupuh Padalisan

Pupuh
Padalisan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Asmarandana
8I
8A
8E/O
8A
7A
8U
8A



Balakbak
15E
15E
15E







Dangdanggula
10 I
10A
8E/O
7U
9I
7A
6U
8A
12 I
7A
Durma
12A
7I
6A
7A
8I
5A
7I



Gambuh
7U
10U
12 I
8U
8O





Gurisa
8A
8A
8A
8A
8A
8A
8A
8A


Jurudemung
8A
8 I
8A
8 I
8A
8 I




Kinanti
8U
8 I
8A
8 I
8A
8 I



Ladrang
10 I
4A
4A
8 I
12A





Lambang
8A
8A
8A
8A






Magatru
12U
8 I
8U
8 I
8O





Maskumambang
12 I
6A
8 I
8A






Mijil
10 I
6O
10E
10 I
6 I
6U




Pangkur
8A
11 I
8U
7A
12U
8O
8 I



Pucung
12U
6A
8E/O
12A






Sinom
8A
8 I
8A
8 I
7 I
8U
7A
8 I
12A

Wirangrong
8 I
8O
8U
8 I
8A
8A






Terdapat 17 jenis pupuh yang terbagi ke dalam dua kategori, yaitu: Sekar Ageung (4 jenis pupuh) dan Sekar Alit (13 jenis pupuh). Pupuh sekar ageung dapat dinyanyikan (ditembangkeun) dengan menggunakan lebih dari satu jenis lagu, sedangkan pupuh sekar alit hanya bisa dinyanyikan dengan satu jenis lagu.

Setiap pada (bait) ke-17 jenis memiliki jumlah padalisanyang berbeda, begitu pun dengan patokan pupuh berupaguru wilanganguru lagu, dan watek-nya pun berbeda. Di bawah selengkapnya bisa dilihat perbedaannya:

Sekar Ageung
1. Kinanti
Watek:
Menggambarkan perasaan sedang menanti (nungguan), khawatir (deudeupeun), atau rasa sayang (kanyaah).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-u, 8-i, 8-a, 8-i, 8-a, 8-i

2. Sinom
Watek:
Menggambarkan rasa gembira (gumbira) atau rasa sayang (kadeudeuh).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-a, 8-i, 8-a, 8-i, 7-i, 8-u, 7-a, 8-i, 12-a

3. Asmarandana
Watek:
Menggambarkan rasa asmara (kabirahian), cinta kasih (deudeuh asih), atau rasa sayang (nyaah).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-i, 8-a, 8-é/o, 8-a, 7-a, 8-u, 8-a

4. Dangdanggula
Watek:
Menggambarkan rasa kedamaian (katengtreman), keindahan (kawaasan), keagungan (kaagungan), atau kegembiraan (kagumbiraan).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
10-i, 10-a, 8-é/o, 7-u, 9-i, 7-a, 6-u, 8-a, 12-i, 7-a


Sekar Alit
5. Pucung
Watek:
Menggambarkan rasa marah (ambek) terhadap diri sendiri, atau benci (keuheul) karena tidak setuju hati.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
12-u, 6-a, 8-é/o, 12-a

6. Wirangrong
Watek:
Menggambarkan rasa malu (kawiwirangan), malu oleh perilaku sendiri.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-i, 8-o, 8-u, 8-i, 8-a, 8-a

7. Maskumamb
Watek:
Menggambarkan rasa kesedihan (kanalangsaan), sedih dengan sakit hati.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
12-i, 6-a, 8-i, 8a

8. Ladrang
Watek:
Menggambarkan rasa lelucon (banyol) dengan maksud menyindir (nyindiran)
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
10-i, 4-a (2x), 8-i, 12-a

9. Balakbak
Watek:
Menggambarkan lelucon (heureuy) atau komedi (banyol).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
15-é, 15é, 15-é

10. Magatru
Watek:
Menggambarkan rasa sedih, penyesalan (handeueul) oleh perilaku sendiri, atau menasehati (mapatahan).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
12-u, 8-i, 8-u, 8-i, 8-o

11. Lambang
Watek:
Menggambarkan rasa lelucon (banyol) tetapi banyol yang mengandung hal yang harus dipikirkan.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-a, 8-a, 8-a, 8-a

12. Jurudemung
Watek:
Menggambarkan rasa bingung, susah dengan apa yang harus dilakukan (pilakueun).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-a, 8-i, 8-a, 8-i, 8-a, 8-i

13. Gurisa
Watek:
Menggambarkan orang yang sedang melamun (ngalamun) atau melamun kosong (malaweung)
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a, 8-a

14. Gambuh
Watek:
Menggambarkan rasa sedih (kasedih), susah (kasusah), atau sakit hati (kanyeri).
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
7-u, 10-u, 12-i, 8-u, 8-o

15. Mijil
Watek:
Menggambarkan rasa bersedih (kasedih) tetapi dengan penuh harapan.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
10-i, 6-o, 10-é, 10-i, 6-i, 6-u

16. Pangkur
Watek:
Menggambarkan rasa marah (ambek) yang tersimpan dalam hati atau menghadapi tugas yang berat.
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
8-a, 11-i, 8-u, 7-a, 12-u, 8-a, 8-i

17. Durma
Watek:
Menggambarkan rasa marah (ambek), besar hati (gedé haté), atau semangat (sumanget)
Guru Wilangan dan Guru Lagu:
12-a, 7-i, 6-a, 7-a, 8-i, 5-a, 7-i

SUMBER : http://archive69blog.blogspot.co.id/2012/04/17-pupuh-sunda-sekar-ageung-sekar-alit.html?m=1